Rabu, 07 November 2018

Tiga Aspek Kata Kunci Pada Definisi Kontrol


TIGA ASPEK KATA KUNCI DEFINISI KONTROL, YAITU :
  1. Pengendalian adalah sebuah sistem (a control is a system) Dengan kata lain, terdiri dari sekumpulan komponen yang saling berelasi yang berfungsi secara bersama-sama untuk menyelesaikan suatu maksud atau tujuan.
  2. Keabsahan / kebenaran dari suatu kegiatan (unlawful events) Keabsahan kegiatan dapat muncul jika tidak ada otorisasi (unauthorized), tidak akurat (inaccurate), tidak lengkap (incomplete), redundansi (redundant), tidak efektif (ineffective) atau tidak efisien (inefficient) pemasukan data kedalam sistem.
  3.  Pemeriksaan digunakan untuk mencegah (prevent), mendeteksi (detect), atau mengoreksi (correct) kejadian / peristiwa yang tidak sesuai dengan aturan / hukum (unlawful events).

LANGKAH-LANGKAH DALAM PERENCANAAN :

Perencanaan Audit Hubungan lima komponen kontrol internal :
1. Lingkungan Pemeriksaan (Control Environment)
2. Perkiraan Resiko (Risk Assessment)
3. Aktivitas Pemeriksaan (Control Activities)
4. Komunikasi dan Informasi (Information and Communication)
5. Pengawasan (Monitoring)

Tes Pemeriksaan :
1. Tes Transaksi (Test of Transactions)
2. Tes Keseimbangan atau Hasil Keseluruhan (Test of Balances or Overall Results)
3. Penyelesaian Audit (Completion of the Audit)
a. Pernyataan yang ditolak (Disclaimer of opinion)
b. Pernyataan yang merugikan (Adverse opinion)
c. Pernyataan yang berkualitas (Qualified opinion)
d. Pernyataan yang tidak berkualitas (Unqualified opinion)


PEMERIKSAAN LINGKUNGAN KOMPUTER MENYELURUH (AUDITING ARROUND OR THROUGH THE COMPUTER)

Pemeriksaan Sekitar Komputer (Auditing Around the Computer)
1. Resiko penghambat yang rendah (Their inherent risk is low)
2. Logika yang benar (Their logic is straightfordward)
3. Seluruh transaksi diproses (Input transaction are batched)
4. Keberadaan proses utama (Processing primarily consist)
5. Adanya audit yang benar-benar bersih (A clear audit trail exist)
6. Linkungan tugas (The Task environment)

Seluruh Pemeriksaan Komputer (Auditing Throught the Computer)
1. Tingginya kelompok resiko yang menghambat system aplikasi
2. Proses system aplikasi dengan volume input dan output yang besar
3. Bagian-bagian penting dari sistem pengendalian internal yang diwujudkan dalam sistem komputer. 
4. Kompleksitas logika proses yang melekat pada system aplikasi. 
5. Karena pertimbangan biaya dan manfaat, perbedaan substansi dalam jejak audit terlihat biasa terjadi pada sistem.


Evaluasi atau Audit Sistem Informasi


DEFINISI EVALUASI ATAU AUDIT SISTEM INFORMASI
Evaluasi atau Audit Sistem Informasi adalah usaha untuk mengetahui kondisi nyata suatu penyelenggaraan Sistem Informasi. Dengan evaluasi maka capaian kegiatan dapat diketahui dan tindakan lebih lanjut dapat direncanakan untuk memperbaiki kinerja suatu kegiatan.


TUJUAN EVALUASI SISTEM INFORMASI
  •  Perlunya diketahui efektivitas penyelenggaraan Sistem Informasi.
  •  Mengetahui kekuatan,  kelemahan, peluang dan ancaman pada Sistem Informasi.


MODEL EVALUASI
  • Technology Acceptance Model (TAM)
  • Task Technology Fit (TTF)
  • End User Computing (EUC) Satisfaction
  • Human, Organization and Technology Fit (Hot Fit)
  • Delone Mcclean


TEKNIK EVALUASI
  • Metode Kuantitatif

1. Menggunakan statistik untuk membuktikan bahwa suatu variabel dipengaruhi variabel yang lain
2. Menggunakan kuesioner yang diolah secara kuantitatif.
3. Kekuatannya terletak pada tes statistik.
4. Wawasan sempit dan tajam.
  • ·         Metode Kualitatif

       1. Menggunakan wawancara
       2. Tidak harus pakai  data statistik
       3. Untuk obyektif dilakukan triangulasi
       4. Wawasan komprehensif dan luas


6 ALASAN MENGAPA AUDIT SISTEM INFORMASI DIPERLUKAN
  • Kerugian akibat kehilangan data.
  • Kesalahan dalam pengambilan keputusan.
  • Risiko kebocoran data.
  • Penyalahgunaan Komputer.
  • Kerugian akibat kesalahan proses perhitungan.
  • Tingginya nilai investasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer.


LINGKUP AUDIT SISTEM INFORMASI
Pada umumnya difokuskan kepada seluruh sumber daya TIK yang ada, yaitu :
  • Aplikasi
  • Informasi
  • Infrastruktur
  • Personil.

SIAPA YANG MELAKUKAN AUDIT?
Siapakah sebaiknya yang melakukan audit sistem informasi?
  • Audit sistem informasi dapat dilakukan sebagai bagian dari pengendalian internal yang dilakukan oleh fungsi TI.
  • Tapi jika dibutuhkan opini publik tentang kesiapan sistem tersebut, audit dapat dilakukan dengan mengundang pihak ketiga (auditor independent) untuk melakukannya.





Senin, 16 Oktober 2017

Mesin Pengganti Tenaga Manusia




         Perkembangan teknologi yang semakin pesat, menjadi sebuah tantangan bagi Indonesia dalam menghadapi persaingan ketat di dunia global. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda sebagai generasi pelopor dan penerus bangsa Indonesia adalah salah satu faktor kunci utama dalam perkembangan teknologi di Indonesia. Selain itu, dibutuhkan sebuah inovasi dalam perkembangan teknologi, karena dengan teknologi yang inovatif dapat mengasilkan pemecahan masalah yang lebih besar di setiap aspek-aspek kehidupan manusia. 
          
      Salah satu contoh teknologi inovatif yaitu terdapat dalam sebuah teknologi yang memanfaatkan Artificial Intellegent. Artificial Intellegent merupakan suatu teknologi yang memanfaatkan kecerdasan buatan atau kecerdasan seperti layaknya manusia pada sebuah mesin. Akhir-akhir ini, pembuatan mesin lebih cerdas atau sama cerdasnya seperti manusia sangat diminati oleh generasi muda di dunia global, salah satunya di Indonesia. Banyaknya orang yang bertanya mengenai cara agar dapat membuat mesin lebih cerdas atau sama cerdasnya seperti manusia, menumbuhkan rasa ingin tahu banyak orang yang menimbulkan suatu penelitian yang menghasilkan sebuah karya yang dapat menjawab pertanyaan tersebut. 
         
        Sebagai contoh, dapat kita ambil dari salah satu pembuatan mesin cerdas oleh anak bangsa yang berupa robot yang diberi nama “Robot Pramusaji Cerdas”. Robot ini berfungsi untuk membantu manusia dalam mengerjakan tugas sebagai pelayan restaurant. Robot juga dapat mengurangi kesalahan-kesalahan kerja yang sering dilakukan manusia (human error) pada saat melayani pelanggannya. Robot ini berbasis sistem robot line follower yang akan mengikuti jalur yang ditentukan menuju meja-meja pelanggan yang memesan makanan. Robot ini juga dilengkapi dengan nampan untuk meletakkan makanan yang dipesan di meja pelanggan. Robot juga mampu untuk mengeluarkan suara melalui modul suara pada saat tertentu agar robot bisa berinteraksi dengan konsumen dan lebih humanis. 

      Pada pembuatan mesin cerdas diperlukan juga suatu metode yang dapat mengimplementasikan mesin tersebut. Pada contoh “Robot Pramusaji Cerdas”, robot tersebut memiliki metode-metode dalam pembuatannya diantara lain Metode Studi Literatur dan Observasi Mitra, Metode Tahap Perancangan dan Pembuatan Sistem, dan Metode Evaluasi Sistem dan Penyempurnaan. Hasil yang diperoleh berupa robot pramusaji dengan dimensi 60 x 60 x 80 cm dari bahan alumunium, memiliki 4 buah motor dc, 4 buah omni wheel untuk gerak 2 axis, dan nampan saji yang dapat bergerak. Robot dilengkapi dengan beberapa sistem seperti sistem minimum atmega128, sensor garis, sensor jarak, LCD, tombol, modul suara dan xbee pro. Robot mampu bergerak maju, mundur, samping kanan, samping kiri, dan menggerakkan nampan. 

     Dari penjelasan mengenai “Robot Pramusaji Cerdas” dapat diambil kesimpulan, bahwa kita mampu membuat mesin yang lebih cerdas atau sama cerdasnya seperti manusia. Dengan menggunakan berbagai metode agar dapat mengimplementasikan robot tersebut nantinya. Namun, kedepannya jika mesin akan jauh lebih cerdas dari manusia kita tidak tahu apa yang terjadi nantinya pada mesin tersebut, akankah membawa dampak yang positif untuk kesejahteraan manusia atau akan membawa dampak negatif untuk kehancuran manusia. 



Selasa, 24 Januari 2017

Internet of Things dalam Kehidupan Sehari-hari

Belakangan ini istilah Internet of Things (IoT) sedang naik daun. Sebenarnya, IoT itu makhluk apa sih? Penjelasan sederhananya, Internet of Things adalah teknologi yang memungkinkan benda-benda di sekitar kita terhubung dengan Internet. Sehingga, dapat menjalankan sebuah fungsi secara otomatis. Misalnya, sebuah kulkas dapat melacak jika persediaan telur Anda sudah mau habis. Kemudian, lewat perantara Internet, ia mengirimkan notifikasi agar Anda segera belanja.
Pemanfaatan IoT tentu bukan hanya membuat kulkas pintar. Terdapat begitu banyak implementasi IoT lain yang bisa membuat hidup manusia jadi lebih mudah. Bahkan, hadirnya development board seperti Arduino, Raspberry Pi, Intel Edison, dan Intel Galileo pun mendorong para makers berinovasi di sektor IoT ini.
Ingin tahu seperti apa? Berikut lima implementasi IoT dalam kehidupan sehari-hari yang sebagian besar sudah bisa Anda miliki. Bahkan, ada juga yang dapat Anda bangun sendiri.

Memonitor Bayi dengan Kimono Cerdas
Sekilas, kimono bernama Mimo ini tampak seperti baju bayi pada umumnya. Hanya saja, hiasan berbentuk kura-kura yang terdapat padanya mampu mengirim data ke receiver berwujud bunga teratai, yang kemudian mengirimkan informasi ke aplikasi iOS atau Android via koneksi Internet.
    
Kimono ini mampu memonitor napas, posisi tubuh, aktivitas tidur, dan temperatur kulit bayi yang dapat Anda lacak secara real-time via aplikasi khusus pada ponsel. Satu lagi, karena terdapat mikrofon pada aksesori kura-kura tadi, Anda juga dapat mendengar suara di sekitar bayi. 

Sepeda Pintar yang Mampu Merekomendasikan Rute
Sepeda adalah salah satu peralatan olah raga yang tepat disandingkan dengan IoT. Vanhakws, perusahaan rintisan asal Toronto, Kanada, melihat ini sebagai peluang besar. Mereka merancang connected bicycle buat pengendara urban. Proyek Kickstarter ini memikat begitu banyak netizen hingga mendulang crowdfunding senilai US$ 820 ribu atau sekitar Rp 11,3 miliar.



Sepeda bernama Valour ini dilengkapi general positioning system atau GPS dan beragam sensor serta koneksi Wi-Fi dan Bluetooth untuk memudahkan berkomunikasi dengan ponsel atau jam pintar. Valour dapat mendeteksi kendaraan yang ada di blindspot pengendara untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan.
Selain itu, setiap digunakan, sepeda ini akan merekam data perjalanan. Misalnya, apakah ada lubang pada rute yang dilewati. Pada sesi bersepeda berikutnya, Valour, sepeda premium yang dijual dengan harga mulai dari US$ 1.249 (sekitar Rp17,2 juta) dapat merekomendasikan rute yang lebih nyaman untuk dilewati.

Menyiram Tanaman Secara Otomatis
Alat penyiram tanaman otomatis sudah tersedia sejak lama. Berbeda dengan yang sudah ada, sistem bernama OpenSprinkler ini lebih pintar karena tidak hanya mampu menyiram tanaman sesuai jadwal. Ini juga berdasarkan kondisi kelembapan tanah. Akibatnya, penggunaan air jadi lebih efisien. OpenSprinkler, yang dikembangkan oleh mantan editor Wired, Chris Anderson, dan Rui Wang ini, terhubung ke internet via Ethernet atau Wi-Fi.

Jika Anda suka ngoprek dan mencari sistem penyiraman tanaman pintar buat di rumah, OpenSprinkler tersedia dalam paket DIY (Do It Yourself). Atau jika tidak mau repot, terdapat juga alat siap pakai yang dibangun dengandevelopment board Arduino dan Raspberry Pi.

Colokan Listrik Pintar
Colokan pintar, atau smart plugs dengan koneksi Wi-Fi ini menjadi perantara antara colokan biasa di rumah Anda dengan peralatan rumah tangga seperti oven atau lampu. Alat ini bisa digunakan utuk menyalakan atau mematikan sambungan listrik lewat aplikasi ponsel dari mana saja, asalkan dalam jangkauan Internet.

Beberapa colokan pintar bahkan mampu memonitor berapa daya yang digunakan. Anda pun dapat menghemat energi, yang ujung-ujungnya menekan biaya. Walaupun pada awalnya Anda harus boros, karena investasi untuk membeli colokan pintar ini tidak murah. Sekadar informasi, alat ini dijual dengan kisaran harga 50 dolar AS (Belkin WeMo Switch) hingga 160 dolar AS (Plugwise Home Start). Jika tertarik membuat colokan pintar sendiri, Anda bisa melihat proyek DIY ini.

Sistem Peringatan Bencana
Suka merasa was-was saat meninggalkan rumah? Mungkin sudah saatnya Anda memasang alat seperti Ninja Sphere. Alat ini merupakan hub yang dapat tersambung dengan bermacam sensor dan alat pintar buatan brand lain, seperti sensor suhu, sensor gerakan, lampu pintar, colokan pintar, dan banyak lagi.



Ninja Sphere, yang terhubung ke Internet lewat Wi-Fi ini, mampu menarik data dari sensor yang berada dalam jaringan rumah. Contohnya, suhu luar dan dalam ruangan. Ketika ada lonjakan suhu secara mendadak, Anda akan mendapat notifikasi via aplikasi ponsel. Anda pun dapat menghubungi tetangga atau pihak yang berkepentingan untuk melakukan pengecekan sebelum terlambat. Alat ini dijual dengan harga US$ 250 dolar AS atau sekitar Rp 3,5 juta.
Anda dapat membangun sendiri sistem peringatan dini di rumah secara DIY dengan memanfaatkan CISECO, Libelium Waspmote, RasWIK, atau PiCrust. Selain bisa menekan biaya, Anda dapat memasang sensor-sensor pada posisi yang benar-benar membutuhkan pengawasan.

Sumber : http://daily.oktagon.co.id/lima-impelementasi-internet-of-things-dalam-kehidupan-sehari-hari/





Minggu, 13 November 2016

Bab 5 Desain dan Struktur Organisasi


Struktur adalah cara sesuatu disusun atau dibangun Organisasi adalah suatu wadah berkumpulnya minimal dua orang untuk mencapai sebuah tujuan
Struktur Organisasi adalah Suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian secara posisi yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan
Struktur organisasi adalah bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.


Elemen struktur organisasi
Ada enam elemen kunci yang perlu diperhatikan oleh para manajer ketika hendak mendesain struktur, antara lain:
  • Spesialisasi pekerjaan. Sejauh mana tugas-tugas dalam organisasi dibagi-bagi ke dalam beberapa pekerjaan tersendiri.
  • Departementalisasi. Dasar yang dipakai untuk mengelompokkan pekerjaan secara bersama-sama. Departementalisasi dapat berupa proses, produk, geografi, dan pelanggan.
  • Rantai komando. Garis wewenang yang tanpa putus yang membentang dari puncak organisasi ke eselon paling bawah dan menjelaskan siapa bertanggung jawab kepada siapa.
  • Rentang kendali. Jumlah bawahan yang dapat diarahkan oleh seorang manajer secara efisien dan efektif.
  • Sentralisasi dan Desentralisasi. Sentralisasi mengacu pada sejauh mana tingkat pengambilan keputusan terkonsentrasi pada satu titik di dalam organisasi. Desentralisasi adalah lawan dari sentralisasi.
  • Formalisasi. Sejauh mana pekerjaan-pekerjaan di dalam organisasi dibakukan.

Struktur sederhana
Struktur sederhana adalah sebuah struktur yang dicirikan dengan kadar departementalisasi yang rendah, rentang kendali yang luas, wewenang yang terpusat pada seseorang saja, dan sedikit formalisasi.Struktur sederhana paling banyak dipraktikkan dalam usaha-usaha kecil di mana manajer dan pemilik adalah orang yang satu dan sama.Kekuatan dari struktur ini adalah kesederhanaannya yang tercermin dalam kecepatan, kefleksibelan, ketidakmahalan dalam pengelolaan, dan kejelasan akuntabilitas.Satu kelemahan utamanya adalah struktur ini sulit untuk dijalankan di mana pun selain di organisasi kecil karena struktur sederhana menjadi tidak memadai tatkala sebuah organisasi berkembang karena formalisasinya yang rendah dan sentralisasinya yang tinggi cenderung menciptakan kelebihan beban (overload) di puncak.
Birokrasi
Birokrasi adalah sebuah struktur dengan tugas-tugas operasi yang sangat rutin yang dicapai melalui spesialisasi, aturan dan ketentuan yang sangat formal, tugas-tugas yang dikelompokkan ke dalam berbagai departemen fungsional, wewenang terpusat, rentang kendali yang sempit, dan pengambilan keputusan yang mengikuti rantai komando.
Kekuatan utama birokrasi ada kemampuannya menjalankan kegiatan-kegiatan yang terstandar secara sangat efisien, sedangkan kelemahannya adalah dengan spesialisasi yang diciptakan bisa menimbulkan konflik-konflik subunit, karena tujuan-tujuan unit fungsional dapat mengalahkan tujuan keseluruhan organisasi.Kelemahan besar lainnnya adalah ketika ada kasus yang tidak sesuai sedikit saja dengan aturan, tidak ada ruang untuk modifikasi karena birokrasi hanya efisien sepanjang karyawan menghadapi masalah yang sebelumnya telah mereka hadapi dan sudah ada aturan keputusan terprogram yang mapan.
Struktur matriks
Struktur matriks adalah sebuah struktur yang menciptakan garis wewenang ganda dan menggabungkan departementalisasi fungsional dan produk.Struktur matriks dapat ditemukan di agen-agen periklanan, perusahaan pesawat terbang, laboratorium penelitian dan pengembangan, perusahaan konstruksi, rumah sakit, lembaga-lembaga pemerintah, universitas, perusahaan konsultan manajemen, dan perusahaan hiburan.
Pada hakikatnya, struktur matriks menggabungkan dua bentuk departementalisasi: fungsional dan produk. Kekuatan departementalisasi fungsional terletak, misalnya, pada penyatuan para spesialis, yang meminimalkan jumlah yang diperlukan sembari memungkinkan pengumpulan dan pembagian sumber daya khusus untuk keseluruhan produk.Kelemahan terbesarnya adalah sulitnya mengoordinasi tugas para spesialis fungsional yang beragam agar kegiatan mereka rampung tepat waktu dan sesuai anggaran. Departementalisasi produk, di lain pihak, memiliki keuntungan dan kerugian yang berlawanan. Departementalisasi ini memudahkan koordinasi di antara para spesialis untuk menyelesaikan tugas tepat waktu dan memenuhi target anggaran. Lebih jauh, departementalisasi ini memberikan tanggung jawab yang jelas atas semua kegiatan yang terkait dengan sebuah produk, tetapi dengan duplikasi biaya dan kegiatan. Matriks berupaya menarik kekuatan tersebut sembari menghindarkan kelemahan-kelemahan mereka.
Karakteristik struktural paling nyata dari matriks adalah bahwa ia mematahkan konsep kesatuan komando sehingga karyawan dalam struktur matriks memiliki dua atasan -manajer departemen fungsional dan manajer produk.Karena itulah matriks memiliki rantai komando ganda.
Desain Struktur Organisasi Modern
Struktur tim
Struktur tim adalah pemanfaatan tim sebagai perangkat sentral untuk mengoordinasikan kegiatan-kegiatan kerja.Karakteristik utama struktur tim adalah bahwa struktr ini meniadakan kendala-kendala departemental dan mendesentralisasi pengambilan keputusan ke tingkat tim kerja.Struktur tim juga mendorong karyawan untuk menjadi generalis sekaligus spesialis.
Organisasi virtual
Organisasi virtual adalah organisasi inti kecil yang menyubkontrakkan fungsi-fungsi utama bisnis secara detail.
Organisasi Nirbatas
Organisasi nirbatas adalah sebuah organisasi yang berusaha menghapuskan rantai komando, memiliki rentang kendali tak terbatas, dan mengganti departemen dengan tim yang diberdayakan.
Model desain struktur organisasi
Ada dua model ekstrem dari desain organisasi.
  • Model mekanistis, yaitu sebuah struktur yang dicirikan oleh departementalisasi yang luas, formalisasi yang tinggi, jaringan informasi yang terbatas, dan sentralisasi.
  • Model organik, yaitu sebuah struktur yang rata, menggunakan tim lintas hierarki dan lintas fungsi, memiliki formalisasi yang rendah, memiliki jaringan informasi yang komprehensif, dan mengandalkan pengambilan keputusan secara partisipatif.
  • Model Piramid,model ini di buat persis sebuah piramida.
  • Model Horizontal,Model ini dibuat dengan manarik garis lurus secara horizontal dengan pembagian funsional masing-masing bersama tugasnya masi-masing
Faktor penentu struktur organisasi
Sebagian organisasi terstruktur pada garis yang lebih mekanistis sedangkan sebagian yang lain mengikuti karakteristik organik.Berikut adalah faktor-faktor utama yang diidentifikasi menjadi penyebab atau penentu struktur suatu organisasi:
Strategi
Struktur organisasi adalah salah satu sarana yang digunakan manajemen untuk mencapai sasarannya.Karena sasaran diturunkan dari strategi organisasi secara keseluruhan, logis kalau strategi dan struktur harus terkait erat. Tepatnya, struktur harus mengikuti strategi. Jika manajemen melakukan perubahan signifikan dalam strategi organisasinya, struktur pun perlu dimodifikasi untuk menampung dan mendukung perubahan ini.Sebagian besar kerangka strategi dewasa ini terfokus pada tiga dimensi -inovasi, minimalisasi biaya, dan imitasi- dan pada desain struktur yang berfungsi dengan baik untuk masing-masing dimensi.
Strategi inovasi adalah strategi yang menekankan diperkenalkannya produk dan jasa baru yang menjadi andalan.Strategi minimalisasi biaya adalah strategi yang menekankan pengendalian biaya secara ketat, menghindari pengeluaran untuk inovasi dan pemasaran yang tidak perlu, dan pemotongan harga.Strategi imitasi adalah strategi yang mencoba masuk ke produk-produk atau pasar-pasar baru hanya setelah viabilitas terbukti.
Ukuran organisasi
Terdapat banyak bukti yang mendukung ide bahwa ukuran sebuah organisasi secara signifikan memengaruhi strukturnya.Sebagai contoh, organisasi-organisasi besar yang mempekerjakan 2.000 orang atau lebih cenderung memiliki banyak spesialisasi, departementalisasi, tingkatan vertikal, serta aturan dan ketentuan daripada organisasi kecil.Namun, hubungan itu tidak bersifat linier.Alih-alih, ukuran memengaruhi struktur dengan kadar yang semakin menurun. Dampak ukuran menjadi kurang penting saat organisasi meluas.
Teknologi
Istilah teknologi mengacu pada cara sebuah organisasi mengubah input menjadi output.Setiap organisasi paling tidak memiliki satu teknologi untuk mengubah sumber daya finansial, SDM, dan sumber daya fisik menjadi produk atau jasa.
Lingkungan
Lingkungan sebuah organisasi terbentuk dari lembaga-lembaga atau kekuatan-kekuatan di luar organisasi yang berpotensi memengaruhi kinerja organisasi.Kekuatan-kekuatan ini biasanya meliputi pemasok, pelanggan, pesaing, badan peraturan pemerintah, kelompok-kelompok tekanan publik, dan sebagainya.
Struktur organisasi dipengaruhi oleh lingkungannya karena lingkungan selalu berubah.Beberapa organisasi menghadapi lingkungan yang relatif statis -tak banyak kekuatan di lingkungan mereka yang berubah.Misalnya, tidak muncul pesaing baru, tidak ada terobosan teknologi baru oleh pesaing saat ini, atau tidak banyak aktivitas dari kelompok-kelompok tekanan publik yang mungkin memengaruhi organisasi. Organisasi-organisasi lain menghadapi lingkungan yang sangat dinamis -peraturan pemerintah cepat berubah dan memengaruhi bisnis mereka, pesaing baru, kesulitan dalam mendapatkan bahan baku, preferensi pelanggan yang terus berubah terhadap produk, dan semacamnya. Secara signifikan, lingkungan yang statis memberi lebih sedikit ketidakpastian bagi para manajer dibanding lingkungan yang dinamis. Karena ketidakpastian adalah sebuah ancaman bagi keefektifan sebuah organisasi, manajemen akan menocba meminimalkannya.Salah satu cara untuk mengurangi ketidakpastian lingkungan adalah melalui penyesuaian struktur organisasi. 
Apakah itu struktur organisasi? Struktur organisasi ialah susunan pembagian tugas secara formal yang ada dalam sebuah organisasi. Selain memiliki struktur, organisasi juga memiliki desain organisasi.

Desain organisasi ini adalah sebuah proses yang meliputi enam elemen :
- Spesialisasi kerja : adanya pembagian kerja yang dibagi menjadi beberapa bagian.
- Pembagian departemen : Berdasarkan fungsi, produk, letak geografis, proses, dan jenis costumer
- Ada rantai komando : Sehingga banyaknya karyawan yang dibawahi harus dibatasi agar efektif dan efisien
- Sentralisasi dan Desentralisasi
Sentralisasi : pengambilan keputusan secara terpusat pada level atas perusahaan
Desentralisasi : pengambilan keputusan dari level bawah yang terkait langsung dengan aksi
- Formalisasi : ada standardisasi pada setiap organisasi sehingga perilaku karyawan mengikuti aturan dan prosedur yang telah ditentukan

Biasanya keputusan-keputusan yang ada pada organisasi dipengaruhi oleh keputusan struktural :
Dan yang mempengaruhi keputusan struktural:
- Keseluruhan strategi organisasi
- Ukuran organisasi : dipengaruhi oleh besar/kecilnya sebuah organisasi
- Teknologi yang digunakan : Struktur perusahaan beradaptasi dengan teknologi yang dipakai, dan teknologi ini biasanya selalu berkembang
- Kadar ketidakpastian lingkungan : terdapat lingkungan yang stabil ada pula lingkungan yang dinamis, dan organisasi tersebut harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan disekitarnya

Kerangka dari Strategi :
- Inovasi : mengejar keuntungan kompetitif dengan inovasi yang berarti dan khas
- Meminimalisir Pengeluaran : Fokus dengan mengontrol ketat pengeluaran yang membutuhkan struktur mekanik pada organisasi
- Imitasi : meminimalkan resiko dan memaksimalkan keuntungan dengan meniru penguasa pasar yang membutuhkan organik dan mekanik elemen pada organisasi

Macam - macam Desain Organisasi :
  • Desain Organisasi Tradisional
- Struktur yang simpel : departemensialisasi rendah
- Struktur yang fungsional : pembagian departemen berdasarkan fungsi
- Struktur yang divisional : terdiri dari beberapa divisi dengan terbatasnya otonomi dibawah koordinasi dan kontrol dari bagian atas perusahaan
  • Desain Organisasi Kontemporer
- Tim Terstruktur : terdiri dari beberapa grup kerja dengan memberi wewenang kepada karyawan untuk memanajemen diri sendiri
- Matriks dan Struktur Proyek : Para spesialis ditugaskan untuk mengerjakan proyek yang dipimpin oleh seorang project managers : Matrix and Project Participants mempunyai dua managers dan karyawan terus berkerja pada proyek, dan akan pindah setelah proyeknya selesai
- Organisasi tanpa batas-batas organisasi yang jelas : desain organisasi yang fleksibel dan tidak terstruktur yang cenderung untuk tidak terdapat penghalang antara organisasi dengan para pelanggan dan supplier
- Menghapus penghalang (horizontal)
- Menghapuskan batas-batas external, mendekat ke stakeholder

Organisasi yang baik adalah organisasi yang bisa belajar, dan organisasi yang belajar adalah sebuah organisasi yang mengembangkan kapasitasnya dengan mempelajari, beradaptasi, dan berubah melalui latihan pengetahuan memanajemen oleh karyawan

Karakteristik dari Organisasi yang belajar :
-    Open team based organization,  dengan cara memberi kekuasaan lebih kepada karyawan
-    Alur pertukaran informasi terbuka dan penyebaran informasi lancar
-    Kepemimpinan yang menyebarkan visi untuk masa mendatang
-    Budaya yang kuat, kepercayaan, keterbukaan, dan rasa pengertian terhadap komunitas

Inovasi Tren Teknologi Masa Depan

Apabila kita berbicara tentang teknologi maka yang terbersit di pikiran kita adalah hal-hal yang sangat canggih yang berhubungan dengan mesin, robot dan kecepatan. Seperti beberapa teknologi masa depan berikut ini :


Tampilan Holografis

Tampilan holografis saat ini semakin dekat dengan realisasi. Satu perusahaan di California yang bernama Ostendo sedang mengembangkan sebuah chipset yang dapat memroyeksikan video di sebuah bidang diagonal sebesar 48 inci. Jika digabungkan, proyektor-proyektor ini dapat membuat gambar yang lebih kompleks. Bahkan, keyboard proyeksi sudah direalisasikan.

HP sedang mengembangkan interface 3D untuk smartphone, dan ada rumor bahwa iPhone generasi selanjutnya mempunyai fitur interface holografis - 3 dimensi ataupun 2 dimensi.

Sebuah perusahaan di China bernama Takee bahkan sudah meluncurkan smartphone yang bisa menampilkan gambar 3D dengan cara mendeteksi pergerakan mata penggunanya. Smartphone ini bahkan bisa merespon pergerakan jari, sehingga pengguna dapat menggunakannya tanpa harus menyentuh layar. Bayangkan saja bagaimana teknologi ini dapat berkembang 5 tahun ke depan.



Teknologi 4K

Tidak hanya TV, broadcast, streaming media, dan bioskop akan mengadopsi standar 4K (Ultra High Definition) di 2020, atau paling tidak menurut survey yang baru-baru ini dilakukan oleh operator satelit Intelsat, hampir 2/3 responden berpendapat bahwa 4K akan menjadi umum dalam 5 tahun.

Saat ini, cukup sulit untuk menemukan konten yang mempunyai resolusi 4K untuk ditampilkan pada display 4K. Itu karena pembuat hardware dan software sedang menyiapkan standar proteksi konten dari pembajakan. Ini akan berakibat pada mahalnya harga di pasaran. Tapi, seiring dengan semakin umumnya teknologi tersebut, harganya akan menurun.

 

Virtual Reality

Virtual reality adalah salah satu teknologi yang sudah lama diimpikan oleh para pencinta teknologi, jika ditelusuri mulai dari tahun 1980. Tapi sekarang, virtual reality mulai menjadi kenyataan.

Nama terbesar di bidang virtual reality ada Oculus, yang sudah merencanakan untuk meluncurkan headset ikoniknya, Rift di tahun depan. Tapi ada juga beberapa nama lain yang mulai mengembangkan konsep ini, mulai dari perusahaan kecil seperti Avegant, hingga perusahaan besar seperti Sony.

Kendala terbesar dari pengembangan teknologi ini adalah kecepatan yang dibutuhkan alatnya untuk menciptakan gambar yang sesuai dengan gerakan pengguna. Tapi, pengembang virtual reality sedang mengembangkan cara untuk mengatasi hal ini.

Virtual reality bukan hanya untuk game. Petugas medis bisa menggunakannya untuk pendidikan ataupun persiapan operasi. Arsitek dapat menggunakannya untuk menciptakan proyek dalam tampilan 3D yang impresif. Pertemuan bisnis dan proses pengajaran dapat dilakukan tanpa harus bertemu satu sama lain.


Itulah beberapa inovasi teknologi di masa depan yang mungkin akan terjadi, semua itu akan ada dampak positif dan negatifnya. Itu semua tergantung dari diri kita bagaimana cara kita memanfaatkan teknologi tersebut. Yang perlu diingat, semua inovasi tersebut datang dari kreatifitas seorang manusia. Dan sebagai manusia di era zaman modern ini kita harus siap menerima adanya perubahan dan perkembangan yang lebih maju.


Sumber :
http://teknologimasadepan-blog.blogspot.co.id/2015/06/5-teknologi-masa-depan-yang-menjadi.html



 

Senin, 31 Oktober 2016

Bab 4 Kepemimpinan / Leadership









A.    Arti Penting Kepemimpinan
Istilah pemimpin, kepemimpinan dan memimpin berasal dari kata dasar yang sama, yaitu “pimpin”. Akan tetapi, masing-masing kata tersebut digunakan dalam konteks yang berbeda. Pemimpin adalah orang yang dengan kecakapan dan keterampilan yang dimilikinya mampu memengaruhi orang lain agar melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Memimpin adalah peran seseorang untuk mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara.

Beberapa ahli mencoba mendefinisikan pemimpin dengan definisi dan cara yang berbeda, diantaranya adalah sebagai berikut :
1.     Pemimpin adalah orang yang memimpin kelompok dua orang atau lebih, baik organisasi maupun keluarga (Suradinata, 1997: 11).
2.     Pemimpin adalah seorang yang menjadi titik pusat yang mengintegrasikan kelompok (I. Redl: Group Emotion and Leadership).
3.     Pemimpin adalah orang yang dianggap mempunyai pengaruh terhadap sekelompok orang banyak (Dr. Phil. Astrid S. Susanto).
4.     Pemimpin adalah seseorang yang memiliki kemampuan memimpin, artinya memengaruhi orang lain atau kelompok tanpa mengindahkan bentuk alasannya (Miftha Thoha, 1983:255).

Dalam menjelaskan pemimpin dan kepemimpinan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya :
1.     Kekuasaan dan kewenangan, yaitu kemampuan untuk bertindak bagi seorang pemimpin untuk menggerakkan bawahannya agar mengikuti kehendaknya dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
2.     Kewibawaan, yaitu sebagai keunggulan yang dimiliki oleh seorang pemimpin, sehingga membedakan dengan yang dipimpinnya dan dengan keunggulan tersebut, orang lain patuh dan bersedia melakukan kegiatan-kegiatan yang dikehendakinya.
3.     Kemampuan, yaitu keseluruhan daya, baik berupa keterampilan sosial maupun keterampilan teknis yang melebihi orang lain.

B.    Tipologi Kepemimpinan

Tipe Kepemimpinan autokrasi
Tipe kepemimpinan autokrasi, yaitu pemimpin bertindak sebagai diktator terhadap anggota kelompoknya. Pemimpin Autokrasi adalah pemimpin yang memiliki wewenang (authority) dari suatu sumber (misalnya, karena posisinya), pengetahuan, kekuatan atau kekuasaan untuk memberikan penghargaan ataupun menghukum. Pemimpin yang autokrasi menggunakkan otoritasnya sebagai pegangan atau hanya sebagai alat agar segala sesuatu dapat diselesaikan.

Tipe Kepemimpinan Militeristis
Ciri-ciri pemimpin militeristis, yaitu :
a)     Menggunakan sistem perintah untuk menggerakkan bawahannya.
b)     Senang bergantung pada pangkat dan jabatannya.
c)     Senang pada formalitas yang berlebihan.
d)     Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku terhadap bawahan.
e)     Sukar menerima kritikan dari bawahannya.
f)      Menggemari upacara-upacara dalam bebagai keadaan.

Tipe Kepemimpinan Paternalistik
Ciri-ciri pemimpin paternalistik :
a)     Memperlakukan bawahan sebagai orang yang belum dewasa.
b)     Selalu memberikan perlindungan (overly protective).
c)     Keputusan ada di tangan pemimpin.
d)     Pemimpin bertindak sebagai kapak.

      Tipe kepemimpinan Tiga Dimensi
Tipe ini dikemukakan oleh William J. Reddin (1970). Tipe kepemimpinan ini dinamakan three-dimensional-model karena pendekatannya menggunakan tiga kelompok gaya kepemimpinan, yaitu gaya dasar, gaya efektif, dan gaya tidak efektif menjadi satu kesatuan.

Tipe kepemimpinan Laissez Faire
Ciri-ciri tipe kepemimpinan ini, yaitu memberi kebebasan kepada bawahan, pemimpin tidak terlibat dalam kegiatan, semua pekerjaan dan tanggung jawab dilimpahkan kepada bawahan, pemimpin tidak mempunyai wibawa, tidak ada koordinasi, dan pengawasan yang baik.
      
Tipe Kepemimpinan Demokratis
Kepemimpinan ini disebut juga dengan kepemimpinan modernis dan partisipatif. Semua anggota diajak berpartisipasi menyumbangkan pikiran dan tenaganya untuk mencapai tujuan organisasi.

C.    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepemimpinan
Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kepemimpinan adalah sebagai berikut :
a)     Kepribadian, pengalaman masa lampau dan harapan pemimpin.
b)     Harapan dan prilaku atasan.
c)     Kebutuhan tugas.
d)     Karakteristik, pengharapan dan perilaku bawahan.
e)     Iklim dan kebijaksanaan organisasi.
f)      Harapan dan perilaku rekan
Semua faktor ini mempengaruhi pemimpin dalam melakukan fungsi-fungsi kepemimpinan.

D.    Implikasi Manajerial Kepemimpinan dalam Organisasi 
Organisasi apapun yang berdiri, tentu akan menggunakan konsep kepemimpinan karena ada unsur filosofi (pandangan), harapan/tujuan, tantangan, dan sumber daya di dalamnya. Semua faktor itu harus diatur sehingga bisa mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan kata lain mesti ada konsep kepemimpinan dalam organisasi. Pada tataran praktis-managerial, konsep kepemimpinan juga mesti diterapkan sehinga dalam organisasi terkonsep rapi, bersinergis, dan efektif.

Sumber :
·       Sebani, Beni ahmad dan Ii Sumantri,.Kepemimpinan,2014,Bandung:Pustaka Setia
·       Hamzah Turmuzi, Kepemimpinan Kyai (Penelitian Kyai Persis Garut), Tesis, Unpad Bandung, 2002, hlm. 43.
·       Trimo, M.L.S., Soejono Soekanto, Analisis Kepemimpinan, Angkasa, Bandung, 1984, hlm.18
·       Yayat M. Herujito. 2001. Dasar-Dasar Manajemen. Penerbit Grasindo : Jakarta